Senin, 16 Mei 2011

Tentang harapan di tepi ladang

Kakiku kukuh bersimpuh di pohon rimbun
Rimbun dengan segala akar buritan
Ku sentuh sejuk embun dengan kinanti
Berganti gelap berganti secercah mentari
          
           Kini aku melihat langit dengan hati mampat
           Melihat matahari dengan dada serupa tersumbat
           Namun hanya tatapan kosong
           Sekosong lumbung di tepi ladang

Berharap keangkuhan beganti keelokan
Berharap paras elok berganti kesenduan

2 komentar:

  1. puisinya bagus,saya menemukan bahasa baru.kaya saya perlu belajar banyak dengan anda.
    jika berkenan kunjungi http://renungan-perkata.blogspot.com/
    salam

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus