Senin, 30 Januari 2012

Terpongah Dalam Gerimis

Bintang tak lagi berpijar                
Saat mendung menggelayuti malam
Dan langit pun menangis, membasahi pucuk-pucuk
Menebarkan bau asa

Guntur sahut menyahut
Menggetarkan jiwa yg hampir  terkoyak
Pinta pekat menyelimuti hati nan nelangsa
Raga tak lagi bermakna

Hanya ada tumpukan selaksa duka disana
Dan mengapa kegelapan malam tak mengerti?
Moga mentari kan muncul,
Di antara celah-celah puncak bukit

Dimana akan patrikan sukma ini?
Pada gemericik airkah?
Atau pada relung-relung hati?
Ahh..
Namun hanya segelintir harap yg menyalak dalam palung jiwa

Inginku teriakkan pada badai
Dalam ketidakberdayaan mendamba cinta
Sendiri bagai sembilu-sembilu mengiris kalbu
Ku ingin tangan itu meraihku!
membawaku pergi hilang lenyap sekalipun!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar