Selasa, 11 Oktober 2011

Dimana Malaikatku??

bersanding di bawah bulan temaram

sandaran hidup ku

dipenuhi isak tangis janji dan beribu derita

tetapi tetap menjadi mentari tuk janji yang tertunda

walupun kaki ini semakin membeku melumpuhkan penyesalan

tetap q membutuh kan kau dsini

membuka semua harapan semu

menjadi hal yang tabu

untuk di perbincangkan

sangatlah tidak mudah untuk katakan”tolong jiwa ku yg tlah rapuh”

demi hentakan kaki malaikat yang turun dalam cahaya sunyi
yg entah kapan iya kan menjadi sayap q yg tlah sirna

terombang ambing oleh janji2 palsu

akan tetap mencari dimana tuhan ku…

yang telah memberikan kesucian diantara senja

memberikan kehidupan yg penuh dengan cobaan

dan kita hanyalah sebuah aktor d panggung sandiwara kehidupan

hanya membanggakan dosa2 nya

dan tak pantas d mengeti tuk satu sama lain.
karna smua itu berawal dari kejujuran
serta jeritan bahagia yang mengalun lincah

mencoba menjadi api

didalam air

sungguh hanyalah menjadi hal yg tabu yg takkan pernah terungkap

hanaya menelan dosa

dan semua itu takan berakir jika kita tak berubah

berubah untuk mengybah masa depan

ku kan buktikan bahwa

hanyalah dirimu

dan pada jiwa ini jika esok tiba,kan kubawa segenggam harapan dan ketulusan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar