Minggu, 31 Oktober 2010

Sejuta Hasrat

Dengan komputer usang
Q coba untuk menuliskan sebit puisi
Mungkin kau tak ingat aku lagi
Hanya tinggal kenangan yang tak jelas
adakah memiliki arti?
Namun, aku tak pernah berhenti
Walau Q tahu harapan. . .
takkan pernah menjadi nyata di hidup ini

Tiba-tiba hatiku bertanya,
Adakah habis malam ini kan datang esok pagi?
Sebab aku ingin kau menjawab, Adakah
aku dulu sungguh ada dihatimu?

Qingat. . .semua berlalu dengan cepat
Seperti pagi menjelang dan
mendung datang bersamaan
tanpa sebuah alasan, tanpa sebuah pesan
Cinta yang Q ucap
esok pagi ditelan awan mendung
Mungkin aku tak pantas bertanya
Meski sejuta hasrat
ingin kau dapat menjawabnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar